Sejarah Singkat Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Setiap Tanggal 1 Juni

- 1 Juni 2022, 06:36 WIB
Sejarah Singkat Hari Lahir Pancasila yang diperingati Setiap Tanggal 1 Juni
Sejarah Singkat Hari Lahir Pancasila yang diperingati Setiap Tanggal 1 Juni /Freepik / @freepik.

MEDIA BLITAR - Sejarah singkat Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni akan tersaji dalam artikel berikut ini.

Setiap tanggal 1 Juni masyarakat Indonesia selalu memperingati lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

Keputusan menjadikan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 oleh Presinden Joko Widodo.

Baca Juga: Bocoran Sinopsis Zalim Istanbul Hari Ini 1 Juni 2022: Ceren Histeris! Basak Bawa Kabur Atlas?

Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang pembentukannya tidak terlepas dari Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa jepang disebut Dokoritsu Junbi Cosakai.

BPUPKI sendiri dibentuk oleh Jepang yang kemudian dilantik pada 28 Mei 1945. Adapun tugas BPUPKI pada saat itu adalah melakuan penyelidikan terhadap usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia.

Pada tanggal 29 Mei s.d. 1 Juni 1945, BPUPKI kemudian menggelar sidang pertama yang membahas landasan filosofi atau dasar negara Indonesia. Masa persidangan pertama BPUPKI inilah yang menjadi tonggak lahirnya Pancasila.

Baca Juga: Profil Dan Biodata Pemeran Rara dalam Serial Drama My Lecturer My Husband Season 2, Maura Inry Gabrielle

Pada sidang pertama inilah Ir. Soekarno menyampaikan gagasannya terkait dasar negara melalui pidato yang berjudul "Lahirnya Pancasila".

Melansir PortalJogja.PikiranRakyat.com dari artikel berjudul "77 Tahun Hari Lahir Pancasila, Berikut Sejarah Pemurusan Pancasila Hingga Penetapannya" Sebelum Ir. Soekarno berpidato pada tanggal 1 Juni, lebih dari 30 pembicara telah menyampaikan gagasannya tentang landasang filosofi negara Indonesia.

Tokoh pertama yang menyampaikan konsep dasar negara adalah Mohammad Yamin. Dalam pidatonya Mohammad Yamin menyampaikan rumusan lima dasar, yaitu :

Baca Juga: Link Nonton Serial Drama My Lecture My Husband Season 2 Episode 3: Karin jadi Ancaman dalam Pernikahan Inggit?

1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan.
4. Peri Kerakyatan.
5. Peri Kesejahteraan.

Namun usulan yang disampaikan saat pidato tersebut mengalami perubahan saat disusun secara tertulis menjadi :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kebangsaan Persatuan Indonesia.
3. Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga: Anime Spy X Family Episode 9: Tentang Hubungan Yor dan Yuri hingga Tanggal Tayang

Pada sidang hari kedua atau 30 Mei 1945, Ki Bagoes Hadikoesoemo dan K.H. Wahid Hasyim yang merupakan tokoh muslim, mengusulkan agar yang menjadi dasar negara Indonesia adalah ajaran Islam. Hanya saja Keduanya tidak menyampaikan rumusan dasar negara.

Sementara pada sidang hari ketiga, tanggal 31 Mei 1945, Prof Soepono menyampaikan lima dasar negara Indonesia yang terdiri dari :

1. Persatuan.
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan batin.
4. Musyawarah.
5. Keadilan rakyat.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Pamit Lagi dari Medsos, Buntut ‘Somasi’ yang Ramai Pro Kontra?

Pada hari terakhir masa persidangan pertama, tanggal 1 Juni 1945 Ir Soekarno mengusulkan rumusan dasar negara yang diberi nama Pancasila, yang berisikan sila-sila berikut :

1. Kebangsaan – Nasionalisme.
2. Peri kemanusiaan – Internasionalisme.
3. Mufakat – Democratie.
4. Keadilan Sosial.
5. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sebagai tindak lanjut dari berbagai usulan para tokoh tersebut, dibentuklah sebuah kepanitiaan yang diberi nama “Panitia Kecil”, yang beranggotakan 8 orang yang bertugas menampung semua rumusan dan usulan selama masa persidangan pertama.

Baca Juga: Link Nonton Drama Korea Eve Episode Perdana, Seo Ye Ji jadi Pelakor demi Balas Dendam Selama 13 Tahun?

Pada tanggal 22 Juni 1945, panitia 8 mengadakan pertemuan dengan para anggota BPUPKI, yang saat itu dihadiri oleh 38 anggota. Dalam rapat gabungan tersebut juga berhasil membentuk Panitia 9.

Panitia 9 ini kemdian berhasil menyusun suatu “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar”, yang kemudian oleh Mohammad Yamin disebut dengan Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Sementara Soekiman menyebutnya sebagai Gentlemen Agreement atau Perjanjian Luhur.

Perumusan Dasar Negara yang terdiri atas lima macam atau lima sila, yaitu:

Baca Juga: Siapa Bintang Emon? Komika Tempuh Jalur Kritik Masa Kini, hingga Trending Topik Twitter

1. Ke- Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada masa persidangan kedua BPUPKI tanggal10 s.d. 16 Juli 1945, dilakukan pembahasan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia.

Sidang memutuskan tentang pernyataan Indonesia merdeka, Pembukaan Undang-Undang Dasar yang disepakati dari Piagam Jakarta dan Undang-Undang Dasar yang meliputi batang dan tubuhnya.

Baca Juga: Bintang Emon di ‘Somasi’ Sorot PSSI hingga Sentil Kebijakan Pemerintah Tuai Ragam Komentar Netizen

Sehari sesudah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu tanggal 18 Agustus 1945, merupakan hari bersejarah bagi rumusan Pancasila. Sebab hari itu adalah resmi disahkannya Undang-Undang Dasar 1945, dimana rumusan Pancasila menjadi bagian dari pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.***(PortalJogja.PikiranRakyat.com/Siti Baruni)

Editor: Farra Fadila


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah