Kasus Pelecehan Seksual Pegawai KPI Mencuat ke Publik dan Tuai Kecaman, Begini Kronologinya

- 2 September 2021, 14:51 WIB
Kasus Pelecehan Seksual Pegawai KPI Mencuat ke Publik dan Tuai Kecaman, Begini Kronologinya
Kasus Pelecehan Seksual Pegawai KPI Mencuat ke Publik dan Tuai Kecaman, Begini Kronologinya /pixabay/

Baca Juga: Ketua KPI Pusat Turut Prihatin Atas Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Pegawai di Lingkungan Kantor

Puncak kejadian yang membuatnya trauma adalah ketika MS ditelanjangi dan mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh ketujuh rekan kerjanya.

"Pada tahun 2015, mereka beramai-ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, dan melecehkan saya. Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi. Mereka mendokumentasikan kelamin saya dan membuat saya tak berdaya melawan mereka setelah tragedi itu,” lanjut MS.

Bahkan hingga tahun 2017, perundungan terhadap korban belum juga usai. Ketika MS tengah menghadiri acara Bimtek di Resort Prima Cipayung, Bogor, saat MS terlelap tidur tiba-tiba tubuhnya dilempar ke dalam kolam oleh beberapa rekan kerjanya.

"Apakah penderitaan saya sebuah hiburan bagi mereka? Mengapa mereka begitu berkuasa menindas tanpa ada satupun yang membela saya. Apakah hanya karena saya karyawan rendahan sehingga para pelaku tak diberi sanksi? Dimana keadilan untuk saya?" tulis MS.

Baca Juga: Heboh Dugaan Pelecehan Seksual Pegawai Sesama Jenis di KPI Pusat, Pria Ini Lapor Jokowi

Kemudian pada tanggal 11 Agustus 2017, MS mengadukan perundungan dan pelecehan seksual yang dialaminya kepada Komnas HAM melalui e-mail. Kala itu, Komnas HAM menyarankan korban untuk membuat laporan Kepolisian. Namun naas, MS justru diminta oleh pihak kepolisian untuk mengadukan hal tersebut kepada atasannya di KPI agar masalah bisa diselesaikan oleh internal kantor.

Mirisnya, korban justru hanya dipindahkan ruangan. Keputusan itu tak membuahkan hasil, MS tetap saja mendapatkan perundungan walaupun ia tidak satu ruangan lagi dengan para pelaku hingga membuatnya merasa frustasi.

"Saya makin stres dan frustasi. Akhirnya berdasarkan saran keluarga, saya konsultasi ke psikolog di Puskesmas Taman Sari. Hasilnya, saya divonis mengalami PTSD (post traumatic stress disorder). Kepada siapa lagi saya mengadu? Martabat saya sebagai lelaki dan suami sudah hancur. Bayangkan, kelamin saya dilecehkan, buah zakar saya bahkan dicoret dan difoto oleh para rekan kerja, tapi semua itu dianggap hal ringan dan pelaku masih bebas berkeliaran di KPI Pusat. Wahai polisi, dimana keadilan bisa saya dapat," ungkap MS.

Baca Juga: Modusnya Bimbingan Skripsi, Mahasiswi Jadi Korban Dosen di Kediri Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam pada dirinya, hingga MS mengalami berbagai masalah kesehatan baik  dari segi fisik maupun mental. Karena sudah tak tahan lagi, jalan terakhir yang ia tempuh adalah memberanikan diri dengan mengadukan perbuatan para pelaku ke publik agar keluhannya ditembuskan ke Presiden Jokowi, Gubernur Anies, Kapolri hingga Menkopolhukam.

Halaman:

Editor: Farra Fadila

Sumber: Instagram @grassroot.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x