Bahaya Database KPAI dan Bank Jatim Terindikasi Dijual di RaidForums, Akankah Terjadi Kebocoran Data?

- 22 Oktober 2021, 08:31 WIB
Bahaya Database KPAI dan Bank Jatim Terindikasi Dijual di RaidForums, Akankah Terjadi Kebocoran Data?
Bahaya Database KPAI dan Bank Jatim Terindikasi Dijual di RaidForums, Akankah Terjadi Kebocoran Data? /Pexels/Sora Shimazaki

MEDIA BLITAR – Database milik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Bank Jatim terindikasi telah dijual di RaidForums (tempat pengumpul data hasil kebocoran database), akankah terjadi kebocoran data nasabah?

Kebocoran data tersebut terungkap setelah pakar keamanan siber Dr. Pratama Persadha melakukan pengecekan di Raidforums ada akun bernama C77 upload data KPAl yang dijual secara murah.

“Data tersebut diduga berisi database pelaporan masyarakat dari seluruh Indonesia sejak 2016 sampai sekarang. kata Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Pratama Persadha melalui percakapan WhatsApp,” ujarnya kepada ANTARA dilansir oleh MEDIA BLITAR, Kamis 21 Oktober 2021.

Baca Juga: Boikot Saipul Jamil, Komisioner KPAI Nyatakan Sikap: Jangan Kasih Ruang!

la mengatakan database tersebut memiliki detail lengkap tentang identitas pelapor, seperti nama, nomor identitas, kewarganegaraan, telepon, HP, agama, pekerjaan, pendidikan, alamat, email, tempat lahir, tanggal lahir, jenis kelamin, provinsi, kota, usia, serta tanggal pelaporan.

Disebutkan pula bahwa dua database yang diberikan, yakni berukuran 13 megabita dengan nama file kpai pengaduan csv dan 25 megabita dengan nama kpai pengaduan.

“Untuk men-download-nya, user RaidForums harus mengeluarkan 8 credits perdata atau sekitar Rp 35 ribu,” kata Pratama yang juga dosen pascasarjana pada Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) ini.

Baca Juga: Konten Atta Aurel Ditegur KPAI hingga Tuai Pro Kontra, Begini Respon dari Tim Atta

Sementara itu, lanjut dia, terdapat kolom data penghasilan bulanan, ringkasan kasus, hasıl mediasi, bahkan diduga ada list data identitas korban yang masih di bawah umur.

Data ini sangat berbahaya karena predator daring bisa menarget dari data-data yang ada di sini.

Dikatakan pula bahwa data yang ada merupakan data yang sangat sensitif untuk disalahgunakan di internet, seperti penipuan daring (online) yang belakangan ini kerap terjadi.

Aduan tersebut dilayangkan karena dalam persidangan etik sebelumnya, Dewas KPK tidak mengklarifikasi terkait dugaan perbuatan Lili di perkara Labuhanbatu Utara.

Baca Juga: Bahas Posisi Favorit Agar Hamil, Konten Atta Halilintar dan Aurel Tuai Pro Kontra Hingga Ditegur KPAI

“Sehingga pelapor kemudian menyampaikan pengaduan ini kepada Dewan Pengawas. Selanjutnya. kami mempercayakan kepada Dewan Pengawas untuk proses-proses selanjutnya derni kepentingan keberlangsungan dan keberlanjutan KPK, integritas organisasi KPK, dan gerakan pemberantasan korupsi” ujar Novel.

Sebelumnya, Dewas KPK telah menjatuhkan sanksi berat kepada Lili berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama 12 bulan karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik.

Pertama, menyalahgunakan pengaruh selaku insan KPK untuk kepentingan pribadi dan kedua berhubungan langsung dengan pihak yang perkaranya sedang ditangani oleh KPK dalam hal ini Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial yang telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dalam kasus jual beli jabatan di Kota Tanjungbalai.***

Editor: Farra Fadila


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x