Menjadi Zona Hitam, Sejumlah Anak Positif COVID-19 di Surabaya

- 3 Juni 2020, 15:07 WIB
Anak-anak (Ilustrasi) freepik

MEDIA BLITAR - Surabaya memiliki jumlah pasien tertinggi dan menjadi zona hitam dalam peta sebaran COVID-19 yang dimiliki Pemprov Jawa Timur.

Salah satu kasus tertinggi yakni terdapat 127 anak yang positif covid-19. "Dari angka tersebut, 36 anak di antaranya berusia 0-4 tahun. Lalu, 91 kasus lainnya adalah anak dengan usia 5-14 tahun," kata Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita di Balai Kota, Senin 1 Juni 2020.

Banyaknya anak yang tertular virus corona ini juga mendapat atensi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). IDAI merekomendasikan, anak-anak tidak masuk sekolah dulu sampai minimal akhir 2020.

Dilansir JurnalPresisi.Pikiran-Rakyat.com, bagi anak yang diketahui positif covid-19 dan dirawat di rumah sakit, akan diarahkan ke ruang anak dan mendapat penanganan khusus dari dokter spesialis anak.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, "Mengenai sumber penularan, sebagian anak-anak tersebut tertular dari orang tuanya dan anggota keluarga lainnya," katanya.

Perempuan yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menjelaskan, untuk anak yang masih dirawat di rumah masing-masing, hal itu tidak bisa lepas dari peran orang tuanya untuk ikut merawat.

Karenanya, pihak puskesmas juga terus memantau pasien berdasarkan konsultasi dengan dokter spesialis anak.

"Jadi tetap terus kami pantau. Kami pun juga berkonsultasi dengan dokter spesialis anak," ungkap Feny, sapaan akrab Febria Rachmanita.

Bagi orang tua yang positif dan memiliki anak, kata Feny, mau tidak mau memang harus menyentuh anak. Tetapi, ia harus mematuhi protokol kesehatan, misalnya saat sebelum memegang bayi, maka orang tua wajib menggunakan cairan pembersih tangan dan alat pelindung wajah.

"Sebelum dia pegang bayi atau anak harus pakai cairan pembersih tangan atau mencuci tangan dengan sabun," katanya.

Halaman:

Editor: Tim Media Blitar

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X