Proyek Reklamasi Ancol Menjadi Sorotan, PDIP : Jangan Jadi Contoh Buruk Untuk Kepala Daerah Lain

- 8 Juli 2020, 16:05 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.* /Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional/covid19.go.id

MEDIA BLITAR - Sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kerap membuat banyak gebrakan yang cukup menuai kontroversi.

Salah satunya mungkin masih hangat diingatan tatkala Anies juga mendapatkan banyak kritikan terkait banjir Jakarta di awal tahun 2020 kemarin.

Tidak hanya itu, dari hasil survei yang dilakukan New Indonesia Research & Consulting, menyebutkan elektabilitas Anies Baswedan di bursa nama calon presiden 2024 menurun, disalip oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Baca Juga: Terasa Ganjil, Diam-diam Anies Baswedan Meminta Jatah 5 Persen di Proyek Reklamasi Ancol

Menurunnya elektabilitas Anies Baswedan ini berkaitan erat dengan opini publik terhadap kinerja Anies Baswedan dalam mengatasi Covid-19.

Selanjutnya, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 di DKI Jakarta juga kembali menuai protes dari para orang tua murid yang gagal memasukkan anaknya ke sekolah negeri karena faktor usia. Nama Anies Baswedan kembali terseret.

Kini, yang tengah menjadi sorotan, terkait reklamasi kawasan Ancol, Anies Baswedan banyak menerima kritik dari berbagai kalangan.

Baca Juga: Tanpa Perlu Pakai VPN, Kini Netflix Sudah Bisa Diakses Seluruh Jaringan Telkom Grup

Salah satunya anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, yang menyoroti soal besaran kontribusi yang menjadi jatah Pemprov DKI Jakarta.

Pasalnya, diam-diam, Anies Baswedan menetapkan besaran 5 persen untuk jatah Pemprov setelah PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk selesai mereklamasi kawasan Ancol.

Halaman:

Editor: Tim Media Blitar

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X