Mengapa Suhu Hari ini di Blitar, Lebih Dingin Dari Biasanya? Simak Penjelasannya

- 26 Juli 2020, 11:57 WIB
Ilustrasi Suhu Bumi. (Pixabay.com) /

MEDIA BLITAR - Di malam hari hingga dini hari, udara di Blitar terasa lebih dingin dari biasa. Lantas mengapa hal ini bisa terjadi?

Netizen mengunggah informasi tentang suhu dingin di Blitar beberapa hari terakhir. Disebutkan bahwa hawa di Blitar memang sedang dingin-dinginnya, khususnya pada malam hari. Perihal suhu dingin tersebut ada penjelasannya.

Prakirawan BMKG Yan Firdaus menjelaskan, hal terserbut merupakan hal yang lumrah terjadi di musim kemarau seperti sekarang. Menurutnya, hal ini terjadi disebabkan oleh beberapa hal.

Baca Juga: Terungkap, Hasil Penyelidikan Polisi Tentang Kasus Kematian Yodi Prabowo, Simak Penjelasannya

"Pertama ini karena aktifnya monsun Australia yang pada saat ini di Australia sedang musim dingin. Kemudian yang kedua pada musim kemarau ini memang otomatis tutupan awan juga berkurang sehingga energi laten panas yang ada di permukaan bumi banyak terbuang ke angkasa sehingga di pagi hari terasa lebih dingin," kata Yan saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Kamis lalu.

Diungkapkan Yan, suhu dingin ini berpotensi terjadi setiap pagi selama musim kemarau. Dengan demikian suhu dingin ini akan sering terasa setiap pagi hari selama kemarau.

Suhu dingin yang terjadi belakangan ini ternyata ada pengaruh dari Monsoon Dingin Australia dan diperkirakan berlangsung dari Juni hingga puncak musim kemarau September mendatang.

Baca Juga: Dipuji Ganjar Pranowo, Siswa SMP Tak Punya HP, Tetap Semangat ke Sekolah Untuk Belajar Tatap Muka

Hawa yang terasa dingin akhir-akhir ini dipengaruhi adanya periode musim dingin di benua Australia yang berada di tekanan udara yang cukup tinggi dan menyebabkan suhu udara musim kemarau di Indonesia menjadi lebih dingin dari musim hujan.

Penyebabnya adalah dari adanya pola tekanan udara yang realtif tinggi di Australia dan rendah di Asia yang menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia membawa udara dingin dan kering tersebut mengarah ke Asia melewati Indonesia.

Halaman:

Editor: Tim Media Blitar


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X