Maskapai Garuda Indonesia Terancam Kehilangan Sumber Pendapatan

- 3 Juni 2020, 15:39 WIB
Maskapai nasional Garuda Indonesia juga terancam kehilangan sumber pendapatan besar tahunannya Pikiran Rakyat

MEDIA BLITAR - Keputusan pemerintah Indonesia untuk meniadakan pemberangkatan haji 2020, ternyata tidak hanya berimbas pada para calon jamaah haji, melainkan juga berpengaruh kepada lainnya.

Calon jamaah haji yang hendak berangkat tahun ini tidak hanya telah menunggu sekitar 10 tahunan. Tetapi, maskapai nasional Garuda Indonesia juga terancam kehilangan sumber pendapatan besar tahunannya.

“Kita sudah antisipasi mengingat situasi di Arab Saudi. Kita ikut pemerintah saja, kita buka rute-rute internasional pelan-pelan,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, yang dilansir Antara di Jakarta, Selasa 2 Juni 2020.

Ia belum bisa memastikan rute mana saja yang akan dibuka. Yang pasti, sebagian besar rute internasional itu akan dihubungkan ke Bali.

Saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah negara-negara lain untuk kembali membuka penerbangannya.

“Yang ke Bali maupun luar negeri kalau sudah dibuka. Sekuat yang kita terbangkan untuk menaikkan frekuensinya,” ujar Irfan.

Ia pun akan memaksimalkan frekuensi rute-rute yang ramai dan mengurangi frekuensi rute-rute yang sepi. “Enggak (dipangkas), kita kurangi saja frekuensinya,” ujar Irfan.

Irfan menuturkan, kinerja keuangan mulai menurun saat adanya penutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok dengan total 13 penerbangan dalam seminggu.

Ditambah pelarangan dari dan ke Arab Saudi, terutama untuk penerbangan umrah, membuat kinerja keuangan maskapai pelat merah itu makin terpuruk.

“Ini drastis meskipun ke Hong Kong masih buka. Impact lebih besar lagi saat penutupan penerbangan umroh 10 hari kita terbang berangkat kosong, pulang penuh,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Tim Media Blitar

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X